SketchUp vs. Revit: Software Pemodelan 3D Mana yang Tepat untuk Proyekmu?

Feb 27, 2026 | Artikel

Sebagai seorang desainer interior, memilih software pemodelan yang tepat adalah keputusan penting yang mempengaruhi seluruh alur kerja kamu. Nah, dua pilihan software yang sering dibandingkan adalah SketchUp dan Revit. 

Tapi, software mana yang tepat untuk proyek desainmu? Artikel ini akan membahas lebih jauh seputar SketchUp vs. Revit untuk membantu kamu memutuskan mana yang tepat untuk kebutuhan proyekmu.

Apa Itu SketchUp dan Untuk Siapa?

Sebelum membandingkan kedua software tersebut, yuk pahami dulu apa itu SketchUp dan siapa yang paling cocok menggunakannya:

Sekilas Tentang SketchUp

SketchUp adalah salah satu software pemodelan 3D yang sangat populer di industri AEC (Architecture, Engineering, Construction). Antarmukanya yang user-friendly dan tools-nya relatif mudah dipahami. 

Software ini sering dimanfaatkan di tahap awal proyek, terutama saat dibutuhkan pemodelan dan visualisasi cepat untuk menuangkan ide. Selain itu, SketchUp juga fleksibel karena digunakan di berbagai bidang, mulai dari arsitektur dan desain interior, sampai kebutuhan visual di industri kreatif seperti produksi film.

Yang tak kalah menarik, SketchUp juga mendukung berbagai plugin untuk memperluas fungsinya. Misalnya, V-Ray yang memungkinkan pembuatan rendering berkualitas tinggi, serta Layout yang digunakan untuk menyusun dokumentasi. Nah karena simpel dan pendekatan pemodelannya yang ‘mirip sketsa’, SketchUp sering dipakai untuk presentasi konsep sebelum proyek masuk ke tahap yang lebih kompleks.

SketchUp untuk Siapa?

Software pemodelan ini sangat cocok untuk pemula, terutama yang baru belajar desain 3D dari nol. Cara kerjanya mirip seperti menggambar, jadi kamu cukup menarik garis, persegi, dll, lalu membentuknya jadi dinding, lantai, atau objek lain dengan bantuan fitur Push/Pull

Berbeda dengan software 3D lain yang menuntut ketepatan dimensi sejak awal, SketchUp memungkinkan kamu untuk melakukan pemodelan berbasis geometri yang cepat tanpa terlalu banyak detail. Jadi, kamu bisa lebih fokus pada ide desain itu sendiri. 

Apa itu Revit dan Untuk Siapa?

Kalau SketchUp menekankan kesederhanaan dan kemudahan penggunaan, Revit ditujukan untuk proyek arsitektur dan konstruksi yang kompleks. Begini penjelasannya:

Sekilas Tentang Revit

Revit adalah perangkat lunak pemodelan informasi bangunan (BIM) yang dibuat oleh Leonid Raiz pada tahun 1997 dan secara khusus berfokus pada industri arsitektur dan konstruksi. Pada tahun 2002, Revit diakuisisi oleh Autodesk, yang kemudian terus berupaya mengembangkan software tersebut.

Bagi mereka yang berkecimpung di dunia desain dan arsitektur, membantu pengguna membuat dan mengelola model bangunan yang detail. Fungsi utamanya adalah untuk membangun komponen cerdas seperti dinding, lantai, atap, dan elemen struktural, yang semuanya membawa informasi dan terhubung di dalam model. 

Ketika ada perubahan desain, gambar kerja, atau hitungan material, bagian-bagian terkait akan secara otomatis ikut ter-update. Revit juga berguna banget untuk menangani dokumentasi konstruksi, scheduling, hingga pemantauan tahapan proyek. Jadi, kalau proyekmu melibatkan banyak pihak atau tim, seperti arsitek, desainer interior, project manager, kontraktor, dll, semua bisa bekerja dari satu model yang sama.

Revit Untuk Siapa?

Menggunakan software ini, kamu diharuskan membangun struktur fisik dengan menggunakan alat dan komponen yang sudah tersedia. Misalnya, untuk membuat dinding, kamu tidak cuma menarik atau membuat garis, tapi memilih jenis dinding dari daftar yang ada. 

Pengeditan pun juga harus lewat beberapa langkah, seperti mengubah properti dinding agar bentuk dan ukurannya sesuai dengan yang diinginkan. Meskipun prosesnya lebih kompleks, hasil desain dengan Revit jauh lebih akurat dibanding SketchUp. 

Selain itu, kamu juga bisa dengan mudah membuat rendering gambar berkualitas tinggi yang hampir seperti foto asli. Nah, karena lebih kompleks serta butuh detail dan presisi yang tinggi, Revit lebih cocok untuk desainer profesional.

SketchUp vs. Revit: Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dan Kekurangan SketchUp dan Revit

Meski sama-sama untuk keperluan arsitektur dan desain interior, baik SketchUp maupun Revit memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, seperti:

SketchUp

Berikut ini beberapa plus dan minus SketchUp:

Kelebihan

  • Antarmuka yang inovatif dan kemudahan penggunaan.
  • Dilengkapi dengan 3D Warehouse yang ekstensif dan smart drawing tools, termasuk basic shapes, model kustom, dan komponen pre-built.
  • Memungkinkan kolaborasi secara real-time dan opsi rendering yang bagus.
  • Kompatibel dengan V-Ray untuk rendering fotorealistik
  • Memfasilitasi fitur pencetakan 3D dan CAM.

Kekurangan

  • Versi SketchUp Free berbasis web tidak mendukung ekstensi.
  • Model bisnis diubah menjadi model berlangganan mulai 4 November 2020.
  • Kompatibilitas plugin pihak ketiga terbatas hanya pada vendor tertentu. 
  • Tidak begitu cocok untuk proyek yang lebih besar dan kompleks yang membutuhkan desain dan koordinasi tingkat lanjut.

Revit

Adapun kelebihan dan kekurangna Revit meliputi:

Kelebihan

  • Efisien untuk pemodelan 3D dan sekaligus pembuatan gambar 2D untuk anotasi model.
  • Fitur Parametric Modeling memungkinkan pembaruan otomatis seluruh model saat memerlukan revisi.
  • Efektif untuk kolaborasi dan koordinasi selama proses desain berkat fitur canggih seperti model sharing dan riwayat perubahan. 
  • Dilengkapi dengan pustaka material yang lengkap dan plugin rendering.
  • Cocok untuk menangani proyek-proyek besar dan kompleks karena menawarkan berbagai fitur tingkat lanjut untuk desain bangunan, konstruksi, teknik MEP (Mechanical, Electrical, and Plumping).

Kekurangan

  • Lebih sulit dipelajari daripada perangkat lunak lain, terutama bagi pemula yang baru mengenal pemodelan dan desain 3D
  • Biayanya lebih mahal.
  • Interoperabilitas data terbatas hanya pada perangkat lunak Autodesk lainnya.

SketchUp vs. Revit: Harga

SketchUp punya versi gratis yang bisa kamu akses lewat web, namanya SketchUp Free. Kalau mau yang berbayar, tersedia beberapa pilihan langganan seperti Go ($10,75 USD), Pro ($33,25 SD), dan Studio ($68,25 USD) yang masing-masing menawarkan berbagai tingkat fungsionalitas.

Revit juga menggunakan model berlangganan, dengan rincian harga:

  • Langganan tahunan: US$189 per bulan, dibayar setiap tahun (total sekitar US$2.268 per tahun)
  • Langganan bulanan: US$285 per bulan, dibayar setiap bulan
  • Harga token tambahan: US$300 per 100 token (untuk fitur tertentu, dengan batas minimal 10 token per hari)

SketchUp vs. Revit: Spesifikasi Sistem yang Dianjurkan

Antara SketchUp dan Revit bukan hanya berbeda dalam segi cara kerja dan fungsi utamanya, tapi juga dari segi jenis perangkat keras yang dibutuhkan. SketchUp lebih ringan dan mudah dijalankan dari komputer biasa, sedangkan Revit butuh daya komputasi yang lebih besar karena memang dirancang untuk menangani model yang kompleks dan alur kerja yang padat data.

Bagi yang menggunakan SketchUp, ini spesifikasi minimal yang harus terpenuhi:

  • Sistem Operasi: Windows 10 atau yang lebih baru, macOS 11+ (64-bit)
  • Prosesor: Prosesor 2.1+ GHz (Intel atau AMD)
  • RAM: 8 GB atau lebih
  • Grafis: Grafis terintegrasi atau GPU khusus (minimal 1 GB VRAM)
  • Penyimpanan: HDD atau SSD (lebih bagus kalau ada SSD, tetapi tidak wajib)

Adapun rincian persyaratan sistem untuk menjalankan Revit adalah:

  • Sistem Operasi: Windows 10 atau yang lebih baru (hanya 64-bit)
  • Prosesor: Prosesor multi-core (Intel i7 atau setara AMD)
  • RAM: 16 GB atau lebih
  • Grafis: GPU khusus dengan VRAM minimal 4 GB
  • Penyimpanan: SSD

Mau Jago SketchUp Dibimbing Langsung oleh Praktisi Berpengalaman?

Memilih software pemodelan 3D yang tepat memang sangat bergantung pada kebutuhan dan kompleksitas proyek desainmu. Nah, kalau kamu seorang pemula yang pengen belajar desain dengan mudah dan cepat, bisa banget mulai dari menguasai SketchUp dulu.

Untungnya, di AKU Kursus kamu bisa kursus privat SketchUp sampai ‘ngelotok’, karena yang diajari bukan sekadar teori, tapi langsung praktik. Semua materinya pun based on real-project, serta disusun pun oleh para arsitek dan desainer profesional dari Pamungkas Atelier, spesialisnya desain arsitektur dan desain interior di Jakarta.

Apakah hanya SketchUp? Tentu tidak! Kamu juga akan belajar untuk menguasai AutoCAD, Vray, sampai cara menyusun RAB. Jadi lebih pede untuk terjun ke dunia profesional, bukan?